Aku Kamu
Dia dan Mereka
ilma alia sari
Matahari
mulai terbit, burung – burung mulai berkicauan menyambut sang mentari datang,
inilah hari pertama aku masuk sekolah berseragam putih abu-abu alias SMA. Tapi
karna saat itu adalah hari ketika MOS (Masa Orientasi Siswa) berlangsung maka
terpaksa aku harus memakai baju putih biru.
“Ahhh ini adalah hari yang menyebalkan untukku, hari yang
membuat aku bisa gila. Seumur-umur aku gak suka saat MOS. Maklum, saat mos kita
di ibaratkan kayak anjing yang selalu nurut sama majikannya. Di bentak
sana-sini pakai parlengkapan yang bikin malu. Perlengkapan yang sebenernya gak
penting.“Gumamku dalam hati pengen rasanya mukul senior. L
Hari
MOS kedua mulai berlangsung.
“Ibuuuu !!! telatt..!!!” triakku memecahkan susana dipagi hari.
Aku bangun kesiangan aku sangat
sibuk dan bergegas berangkat sekolah, maklum mungkin aku terlalu lelah, karena
semalam aku terlalu repot menyiapkan perlengkapan yang harus aku bawa untuk
MOS, yang sebenarnya perlengkapan gak penting. Dengan diantar ayah aku
berangkat menuju sekolah . Dan ternyata gerbang sudah di tutup !!. Hanya aku
anak kelas X yang saat itu telat. Aduh malu sekali aku , aku terlambat dengan
beberapa anak kelas XI dan XII.
“Ohh bajuku beda sendiri, topi kerucut, tas karuuung,
rumbai-rumabai rafia, mukaku yang kusut tanpa di beri polesan bedak, Tidaaakkk
!!!”. triakku dalam hati.
Setelah
beberapa menit aku menunggu, akhirnya gerbang di buka. Aku di hukum bersama
anak kelas XI dan XII. Lari, ya aku di hukum lari lapangan sebanyak 5 kali
putaran . keringat sebiji jagung mulai menetes, bau tak sedap mulai tercium
dari badanku, pikiranku kacau hanya ada rasa kesal dan amarah. Ingin ku luapkan
segala amarah ini, tapi apa daya aku hanyalah anak kecil yang baru 2 hari
menjadi anak SMA, betapa malang nasibku.
MOSpun berakhir. Akhirnya 3hari neraka itupun
berakhir. Aku senaang !!. Dan pembagian kelaspun di mulai, aku satu kelas dengan
kedua sahabatku panggil saja Rere dan Ami. Kami bertiga memang sudah berasahat
dari SMP . Ketika kami bertiga sedang membeli minum di kantin tiba-tiba aku
melihat lelaki yang sepertinya ia anak kelas XI.
“apa ni orang gak pernah mandi ya?” tanyaku
usil dalam hati.
Bukan karena dia bau atau jelek.
Jujur saja tampangnya sama sekali gak bermasalah kok, malah lebih tepat kalau
dibilang ganteng banget. Tapi… kucelnya itu lo.. gak nahan deh, ah ! kayaknya
baru kali ini aku nemuin pelajar yang kucelnya kayak gini. Bajunya berantakan
banget kayak gak disetrika. Rambutnya berantakan gak pakai gel seperti yang
dipakai anak muda saat ini. Sepatunya… gak layak pakai baget. Tamapangnya sih
tamapang orang kaya, cuma dia cuek bebek sama penampilannya itu.
” Kayaknya ni orang gak niat hidup deh”. Aku jadi geli sendiri, tapi ngocehku masih
dalam hati.
Ini
lagi ni ada kakak kelas cewek yang
dandannya ya ampuunn menor banget. Dandanannya kayak tante-tante girang mau
nyari brondong. Pakai bedak tebel banget ngabisin berapa banyak bedak tuh,
matanya di kasih eyesliner .
sedikit pakai lipeglos tapi tu
mulut kayak habis makan gorengan dan pakaiannya seksi abis. Gak pantes banget
dandanannya . gak pantes kalo di bilang pelajar.
Tapi
juga banyak kok anak-anak kelas XI dan XII yang cantik-cantik dan bisa di
bilang modis. Pinter banget tu nyocokin baju sama aksesoris yang dia pakai. Dan
banyak juga yang berpenampilan sederhana tapi elegan . oohh jadi iri sendiri
ngeliatnya .
***
Waktu
aku mau buang air kecil dengan Rere tiba-tiba aku aku kaget, sumpah gak nyangka
banget , ruangan yang namanya kamar mandi.
Gak layak banget kalo di bilang kamar mandi. Aduuh gak pantes banget banget, lebih pantes di
bilang gudang atau rumah kosong yang
udah lama banget di tinggal penghuninya. Bawaannya kepingin bilang sama kepala
sekolah tapi gak berani.
“Aduuh kalo mau buang air kecil jadi mikir dua kali
deh”.gumamku dalam hati sembari nampngin muka jijik.
Waktu mau
balik ke kelas aku papasan sama anak kayaknya sih kelas XI IPA, awalnya sih cuma
ngelirik aja, tapi aduh keren banget. Beda banget gaya penampilannya waktu jadi
kakak kelas aku SMP dulu biasa banget, pendiem malah. Tapi sekarang…
kalo gak salah namanya Elgo gak
tau tu nama lengkapnya siapa.
“ ah ini cuma kagum aja gak lebih kok “. Desisku dengan
sedikit senyuman sembari menenangkan diri. J
***
Malampun
tiba, sengaja aku buka facebookku yang udah hampir seminggu gak aku buka, aku
tulis sebuah status, setelah beberapa menit, gak nyangka Elgo anak kelas XI IPA
yang aku bilang keren, ternyata coment statusku, bingung salting gak karuan ni
pikiran gak tau mau bales apaan. Tapi akhirnya aku bales tu coment Elgo, yaa
sempat beberapa percakapan sih. Seneng bangett !!!.
Keesokan
harinya aku berangkat ke sekolah berharap bisa ketemu Elgo disana. Aku cerita
dengan Rere dan Ami tentang Elgo.
“GAK MUNGKIIN !!!”. ceracau Rere mengeram-ngeram kayak singa
betina ngidam.
“Beneran aku gak bohong, aduuh seneng banget aku Re, Mi”.
senyumku meyakinkan mereka berdua yang diam melongo kayak orang kesambet.
Setelah
beberapa minggu kami dekat lewat jejaring sosial akhirnya Elgo minta nomor
HPku. Tanpa pikir panjang aku kasih deh nomorku ke dia, dan akhirnya kami
SMSan. Setiap malam Elgo SMS aku dia
nunjukin perhatiannya ke aku. Hampir satu bulan kami dekat akhirnya Elgo
nyatain perasaannya ke aku. LANGSUNG, gila jentel banget si Elgo.
“ aku takut kalo kamu gak bisa nerima kekuranganku, aku juga
gak boleh pacaran sama ayah dan ibu”. Mukaku memelas di hadapannya.
“ semua orang gak ada yang sempurna, aku benar-benar sayang
sama kamu, aku akan nerima kamu apa adanya aku gak memandang kamu dari fisikmu,
melainkan dari hati, aku ngrasa nyaman banget saat aku sedang bersamamu’’. Kata
Elgo mencoba menenangkan aku dengan wajah yang sok bijaksana banget.
“ Tapi, ayah ibu…?”.cetusku dengan menatap wajah Elgo yang
tampak bijaksana itu .
“kenapa dengan ayah dan ibu? Kita bisa backstreet atau kita
bisa membicarakanya baik-baik.” Ucap Elgo yang mencoba meyakinkan aku.
Dan
akhirnya kami pacaran aku sayang sekali denganya dia bisa meyakinkanku. Tak ada
yang membebani fikiranku, hanya rasa senangJ. Maklum
waktu itu aku lagi kasamaran. Ayah, Ibu, Rere dan Ami sudah tau hubunganku
dengan Elgo. Hidupku serasa ada yang melengkapi. Tak ada kecurigaan yang
terlintas di fikiranku tentangnya. Dia memanjakanku dengan membelikanku
barang-barang yang aku suka. Padahal aku tak pernah sekalipun merengek meminta
dibelikan barang kesukaanku kepadanya.
***
Kini
hubunganku dengan Elgo sudah hampir 6 bulan. Aku selalu membanggakannya di
hadapan teman-temanku. Aku bangga sekali dengannya. Tapi tiba-tiba Elgo jarang
sekali menelfonku bahkan SMS aku, aku mencoba menghubunginya tapi dia selalu
menolak telfon dariku. Akupun memutuskan hubungan kita karena sudah tak ada
kepastian di antara kita. Sebenarnya aku masih sangat sayang denganya. Sampai
sekarang aku tak tahu apa alasan dia tidak menghubungiku selama satu minggu ini.
Aku mencoba melupakannya dan menghindar darinya.
Satu
minggupun berlalu, waktu itu aku sedang pergi dengan kakak ku, aku melihat Elgo
sedang pergi dengan sahabat SMPku dulu, mereka terlihat sangat mesra. Sontak
aku kaget ! aku hanya menatap mereka dari kejauhan.
“
mungkin memang Elgo lebih pantas dengannya.” Rintihku dalam hati,bulir air mata
tak kusadari sudah menetes.
Akupun mengajak kakak pulang. Aku mencoba
menenangkan diriku sembari duduk di teras depan rumah. Aku masih tidak habis
fikir ternyata sahabat yang dulu sangat dekat denganku kini ia menghianatiku L. Tapi aku gak pernah bisa benci sama Elgo, jika
kau tersenyum bahagia aku juga akan selalu tersenyum, walau air mata ini
membasahi pipi.
Dear : Elgo
Elgo, jangan salahkan aku kalau aku selalu
memujamu, membanggakanmu di hadapan teman-temanku dan selalu menjadikanmu sebagai
pusat kebehagiaan untukku. Karena kamu pernah menjadi orang terhebat yang
pernah ada di hidupku. Meski kau
menyakitiku . terimakasih untuk semuanyaJ
Ilma alia
keren banget ini cerita :D
BalasHapus