Minggu, 18 Maret 2012

gejolak hati


Terimakasih Cinta
ilma alia sari

Tuhan menciptakan makhluknya untuk mengisi dunia. Mengisi kehidupan dan untuk menciptakan keindahan dunia. Manusia salah satunya, manusia adalah makhluk tuhan yang penuh dengan kesempurnaan. Entah apa yang kurasakan saat ini penuh kehampaan dan perasaan tak menentu.
          Pagi buta vespa biru dengan nomor polisi H 2106 VZ melaju menuju Rumah Sakit Pelita Asih . Ibu muda dengan merintih kesakitan di bonceng dengan seorang pria bertopi hitam melaju dengan tergesa-gesa, dengan asap yang mengempul dari vespa itu mulai mengiringi perjalanannya.Pasangan muda itu baru akan di karuniai seorang anak pertama mereka. Sesampainya di rumah sakit dengan merintih kesakitan, beberapa perawat dan seorang bidan membantu ibu muda itu untuk melakukan persalinan. Dengan persalinan normal lahirlah seorang bayi perempuan pada tanggal 29 maret 1995, bayi cantik itu di berinama Ami Amelia . Pasangan muda itu sangat bahagia dan sangat menunggu-nunggu kelahiran bayi pertamanya itu. Dan tepat 1 tahun kemudian lahirlah adik Ami bernama Isa Rahardian. Isa panggilan akrabnya. Isa lahir pada 6 Desember 1996.
          Mereka lahir di dalam lingkungan keluarga yang berkehidupan pas-pasan . Ayahnya bekerja sebagai guru di sebuah SMA swasta sedangkan ibunya bekerja menjadi guru SD disebuah kota di Semarang. Meskipun kedua orang tuanya bekerja, penghasilan mereka hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari, maklum kedua orang tuanya tak bergaji besar. Untuk tempat tinggal saja Ami dan keluarganya hanya tinggal di sebuah rumah dinas milik Negara yang berada di belakang SD tempat ibu Ami bekerja. Ketika malam Ami dan kelarga harus beristirahat dan tidur diberalaskan kasur tetapi tak berdipan dan atap-atap rumah yang bocor ketika hujan mulai mengguyur tempatnya tinggal.

15Tahun kemudian                                 

          Ami kini tumbuh menjadi sosok wanita yang akan beranjak dewasa. Ami kini duduk di bangku kelas IX SMP Pelita Praja, sebentar lagi Ami akan melaksanakan ujian nasional. Ami sempat khawatir mengahadapi ujian nasional itu, ia memang salah satu siswa cerdas di sekolahnya, namun beberapa bulan belakangan nilai try outnya sempat menurun derastis, Ami tak tahu apa yang terjadi , ia sempat berfikir apakah karena Gilang.
          Gilang memang salah satu dari beberapa lelaki yang berhasil meluluhkan hati wanita berparas cantik itu. Gilang mampu membuat hati Ami bergejolak, memang baru kali ini Ami merasakan hatinya tak karuan bila ia sedang bertemu dengan gilang. Gilang memang bukan lelaki tampan seperti lelaki lain yang sedang mendekati Ami, namun Gilang bisa menerima keadaan ami dan keluarganya yang berkehidupan pas-pasan, padahal gilang adalah anak orang kaya.
          Kini ayah Ami tak bekerja lagi sebagai guru SMA, karena menurut ayah Ami, bekerja sebagai guru SMA tak membuat perkonomian di keluarganya meningkat. Ayah Ami mencoba-coba berbagai usaha. Mulai dari berdagang buah, sopir mini bus dan juga berjual sebagai penjual bakmi pedas.  Namun bakmi pedas yang ia jual didekat salah satu Perguruan Tinggi negeri di Semarang itu, ternyata banyak di sukai oleh para mahasiswa di sana. Padahal bakmi pedas itu dibuat dengan resep coba-coba yang dibuat oleh sang istri  tercinta. Kini usaha bakmi pedas itu mampu membuat perekonomian di keluarga Ami meroket. Ami dan keuarganya kini tidak tinggal lagi di rumah dinas milik Negara itu. Kini ia memiliki rumah sendiri meskipun rumah itu memang tidak terlalu besar. Namun mereka semua hidup bahagia disana.
          Ami kali ini tak  ingin memiliki pacar terlebih dahulu Karena ia ingin lebih fokus dengan Ujian Nasional yang sangat menakutkan itu, namun Ami tak bisa menutupi rasa sayangnya terhadap Gilang. Ami dilema dengan hal itu, sedangkan Gilang selalu membujuk Amia agar mau menerima cintanya itu.
Akhirnya dengan bujukan teman-teman Ami, ia menerima cinta Gilang. Kali ini Ami tak ingin memberitahukan hubungannya dengan ayah dan ibunya, Ami takut jika ayah dan ibunya marah, karena Ami harus fokus dengan sekolahnya terlebih dahulu. Padahal setiap kali ada lelaki yang mendekati Ami, ia selalu bercerita kepada ayah dan ibunya. Sehingga setiap kali Gilang akan mengantarkan pulang Ami,  Gilang tak bisa mengantarkannya didepan rumah, namun hanya sekedar didepan gang rumah Ami saja.
          Try out ke 2 sudah berlangsung, Ami tinggal menunggu hasilnya,ia berharap bahwa hasil try outnya itu tak seburuk hasil try out pertamanya. Namun, harapanya sia-sia hasil try out keduanya lebih buruk dari try out pertamanya. Try out keduanya dua mata pelajaran tak mencapai nilai ketuntasan. Ami tak berani memberikan hasil nilai itu ke ayah dan ibunya, sedangkan ayah dan ibunya selalu menanyakan hal itu.
“ Ami mana hasil try out keduamu nak? ” Tanya sang ibu dengan memberi senyuman kepada mia.
“ eeemm itu bu emm belum di bagi bu .“ jawab Ami dengan raut wajah gelisah.
“oh ya sudah, besok kalo sudah di bagi beritahu ibu ya nak ! “ kata ibu sembari membelai rambutku dan meninggalkan aku di dalam kamar.
“maafkan aku ibu, aku harus membohongimu, aku takut jika kau marah ibu, aku  akan beri tahu hasilnya jika sku sudah siap. “ batin Ami sembari menangis dan memeluk boneka pemberian Gilang.
Setiap Ami bertemu dengan ibu ia mencoba menghindar, Ami tak tega melihat raut wajahnya yang sudah sedikit berkriput. Ami  gelisah menutupi hal ini, Ami merasa sudah membuat ibu kecewa dan sedih. Ami selalu bertanya pada dirinya sendiri apakah nilainya bisa turun sedrastis ini karena aku berpacaran dengan Gilang? Apa karena Gilang aku menjadi malas belajar?. Ami sempat berfikir apakah Ami harus menyudahi hubungannya dengan Gilang atau tidak. Ami sempat meminta putus dengan Gilang. Namun, Gilang tak mau. Gilang bersikukuh untuk mempertahankan hubungan ini. Ami tak bisa berbuat apa-apa.
         
3 bulan kemudian

Ujian nasional sudah selesai, Ami sudah mendapatkan salah satu SMA negri di dekat rumah Ami, perkembangan usaha bakmi pedas miik ayahnya pun berkembang pesat, sehingga ayahnya mampu membeli apa yang Ami dan adiknya inginkan.
          Kini Ami bersekolah di SMA Tunas Hrapan satu sekolah dengan Gilang. Disana Ami mempunyai banyak teman, SMA Tunas Harapan memang salah satu sekolah elit dikotanya, tak heran jika penampilan dan gaya hidup Ami berubah semenjak masuk di sekolah itu dan bergaul dengan teman barunya.sekarang sifat ami jauh berbeda dari dulu ketika SMP, Gilangpun merasakan perubahan itu.
“ sayang, kenapa sekarang sifat kamu berubah dari dulu?” Tanya Gilang yang tampak bijaksana.
“berubah apanya? Gak ah sama aja, perasaanmu aja kali.” Cetus Ami wajahnya tampak kesal.
“ enggak, sekarang kamu cuek,gaK perhatian lagi sama aku, kamu hobi banget belanja. Aku lebih suka kamu yang dulu sayang.“ ujar Gilang
“ kalo kamu gak suka yaudah kita udahan aja ! “ bentak Ami sembari meninggalkan gilang sendiri di taman sekolah.
Ami memang cewek popular di sekolahnya, ia memiliki paras yang cantik, juga penampilan yang menawan tak heran jika semua lelaki disekolah terpusat pada ami. Ami mampu menyudahi hubungannya dengan Gilang kapan saja dan mencari pengganti Gilang sesuai hatinya. Namun ketika Ami akan menyudahi hubungannya itu, Gilang selalu menolak, Gilang berusaha untuk mempertahankan hubungannya itu. Karena Gilang sangat sayang dengan ami.
Suatu saat ami ingin menyudahi hubungannya dengan Gilang, namun Gilang berusaha untuk mengelak tapi apadaya usaha Gilang sia-sia hubungan yang hampir satu tahun itu kandas di tengah jalan.
Gilang tampak kecewa dengan hal itu. Ia berusaha melupakan ami dengan cara membencinya.
Seminggu kemudian Ami ternya sudah berpacaran dengan kakak kelas ia adalah anak orang kaya namanya Bintang, setiap ke sekolah Bintang selalu menggunakan mobil , itu yang membuat Ami mau menerima cinta Bintang. Setiap hari Ami selalu membanggakan Bintang di hadapan teman-temannya. Ami selalu dimanjakan oleh bintang dengan dibelikan barang-barang kesukaannya.
Ketika Ami berpacaran dengan Bintang kabar tak enakppun datang Ami dijuluki cewek matre di sekolahnya. Semua lelaki yang dulunya tertarik dengannya mulai menghindar dan menjauhi Ami. Teman-teman Amipun mulai menjauhinya. Mereka semua mulai risih dengan sikap Ami di sekolah  yang selalu menghina dan menjelekan teman yang berkedudukan jauh darinya.
Tapi Ami tetap cuek dengan cibiran orang mengenai dirinya, Ami tidak peduli dengan hal itu. Yang terpenting, ia selalu dimanjakan oleh Bintang.
            Ketika ada salah satu teman Bintang yang mengatakan kepadanya, jika Ami hanya memanfaatkan uang Bintang. Saat itu juga Bintang marah dengan Ami, Ami mencoba meyakinkan Bintang . Namun, Bintang tak percaya dengan hal itu.
Semenjak Ami putus hubungan dengan Bintang, disekolah Ami tak memiliki teman dan selalu sendiri. Hari demi hari ia lewati sendiri Ami tak tahan dengan keadaannya sekarang ini, ia mulai kembali dan meminta maaf dengan  Gilang karena Ami mulai berfikir jika hanya Gilang yang dapat mengerti perasaannya.
Gilang mulai membuka pintu hatinya lagi dengan Ami, namun Gilang menginginkan Ami berubah seperti dulu lagi, Amipun menerima persyaratan yang di berikan oleh Gilang. Kini Ami berubah, menjadi wanita yang baik dan anggun, Ami mulai memiliki banyak teman. Ami mulai hidup lebih bahagia . dengan Gilang, sifat buruk yang ada pada Ami mulai hilang perlahan. Ami mulai menghargai adanya perbedaan.

Selasa, 06 Maret 2012

cerita SMA


Aku Kamu Dia dan Mereka
ilma alia sari
Matahari mulai terbit, burung – burung mulai berkicauan menyambut sang mentari datang, inilah hari pertama aku masuk sekolah berseragam putih abu-abu alias SMA. Tapi karna saat itu adalah hari ketika MOS (Masa Orientasi Siswa) berlangsung maka terpaksa aku harus memakai baju putih biru.
“Ahhh ini adalah hari yang menyebalkan untukku, hari yang membuat aku bisa gila. Seumur-umur aku gak suka saat MOS. Maklum, saat mos kita di ibaratkan kayak anjing yang selalu nurut sama majikannya. Di bentak sana-sini pakai parlengkapan yang bikin malu. Perlengkapan yang sebenernya gak penting.“Gumamku dalam hati pengen rasanya mukul senior. L

Hari MOS  kedua mulai berlangsung.
 “Ibuuuu !!! telatt..!!!”  triakku memecahkan susana dipagi hari.
Aku bangun kesiangan aku sangat sibuk dan bergegas berangkat sekolah, maklum mungkin aku terlalu lelah, karena semalam aku terlalu repot menyiapkan perlengkapan yang harus aku bawa untuk MOS, yang sebenarnya perlengkapan gak penting. Dengan diantar ayah aku berangkat menuju sekolah . Dan ternyata gerbang sudah di tutup !!. Hanya aku anak kelas X  yang saat itu telat. Aduh  malu sekali aku , aku terlambat dengan beberapa anak kelas XI dan XII.
“Ohh bajuku beda sendiri, topi kerucut, tas karuuung, rumbai-rumabai rafia, mukaku yang kusut tanpa di beri polesan bedak, Tidaaakkk !!!”. triakku dalam hati.

Setelah beberapa menit aku menunggu, akhirnya gerbang di buka. Aku di hukum bersama anak kelas XI dan XII. Lari, ya aku di hukum lari lapangan sebanyak 5 kali putaran . keringat sebiji jagung mulai menetes, bau tak sedap mulai tercium dari badanku, pikiranku kacau hanya ada rasa kesal dan amarah. Ingin ku luapkan segala amarah ini, tapi apa daya aku hanyalah anak kecil yang baru 2 hari menjadi anak SMA, betapa malang nasibku.
MOSpun  berakhir. Akhirnya 3hari neraka itupun berakhir. Aku senaang !!. Dan pembagian kelaspun di mulai, aku satu kelas dengan kedua sahabatku panggil saja Rere dan Ami. Kami bertiga memang sudah berasahat dari SMP . Ketika kami bertiga sedang membeli minum di kantin tiba-tiba aku melihat lelaki yang sepertinya ia anak kelas XI.
 “apa ni orang gak pernah mandi ya?” tanyaku usil dalam hati.
Bukan karena dia bau atau jelek. Jujur saja tampangnya sama sekali gak bermasalah kok, malah lebih tepat kalau dibilang ganteng banget. Tapi… kucelnya itu lo.. gak nahan deh, ah ! kayaknya baru kali ini aku nemuin pelajar yang kucelnya kayak gini. Bajunya berantakan banget kayak gak disetrika. Rambutnya berantakan gak pakai gel seperti yang dipakai anak muda saat ini. Sepatunya… gak layak pakai baget. Tamapangnya sih tamapang orang kaya, cuma dia cuek bebek sama penampilannya itu.
” Kayaknya ni orang gak niat hidup deh”.  Aku jadi geli sendiri, tapi ngocehku masih dalam hati.

          Ini lagi ni ada kakak kelas  cewek yang dandannya ya ampuunn menor banget. Dandanannya kayak tante-tante girang mau nyari brondong. Pakai bedak tebel banget ngabisin berapa banyak bedak tuh, matanya di kasih eyesliner .
sedikit pakai lipeglos tapi tu mulut kayak habis makan gorengan dan pakaiannya seksi abis. Gak pantes banget dandanannya . gak pantes kalo di bilang pelajar.
          Tapi juga banyak kok anak-anak kelas XI dan XII yang cantik-cantik dan bisa di bilang modis. Pinter banget tu nyocokin baju sama aksesoris yang dia pakai. Dan banyak juga yang berpenampilan sederhana tapi elegan . oohh jadi iri sendiri ngeliatnya . 

                                                          ***
          Waktu aku mau buang air kecil dengan Rere tiba-tiba aku aku kaget, sumpah gak nyangka banget , ruangan yang namanya kamar mandi. Gak layak banget kalo di bilang kamar mandi. Aduuh  gak pantes banget banget, lebih pantes di bilang gudang atau rumah  kosong yang udah lama banget di tinggal penghuninya. Bawaannya kepingin bilang sama kepala sekolah tapi gak berani.
“Aduuh kalo mau buang air kecil jadi mikir dua kali deh”.gumamku dalam hati sembari nampngin muka jijik.

Waktu mau balik ke kelas aku papasan sama anak kayaknya sih kelas XI IPA, awalnya sih cuma ngelirik aja, tapi aduh keren banget. Beda banget gaya penampilannya waktu jadi kakak kelas aku SMP dulu biasa banget, pendiem malah. Tapi sekarang…
kalo gak salah namanya Elgo gak tau tu nama lengkapnya siapa.
“ ah ini cuma kagum aja gak lebih kok “. Desisku dengan sedikit senyuman sembari menenangkan diri. J

                                                ***
          Malampun tiba, sengaja aku buka facebookku yang udah hampir seminggu gak aku buka, aku tulis sebuah status, setelah beberapa menit, gak nyangka Elgo anak kelas XI IPA yang aku bilang keren, ternyata coment statusku, bingung salting gak karuan ni pikiran gak tau mau bales apaan. Tapi akhirnya aku bales tu coment Elgo, yaa sempat beberapa percakapan sih. Seneng bangett !!!.
          Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah berharap bisa ketemu Elgo disana. Aku cerita dengan Rere dan Ami tentang Elgo.
“GAK MUNGKIIN !!!”. ceracau Rere mengeram-ngeram kayak singa betina ngidam.
“Beneran aku gak bohong, aduuh seneng banget aku Re, Mi”. senyumku meyakinkan mereka berdua yang diam melongo kayak orang kesambet.

          Setelah beberapa minggu kami dekat lewat jejaring sosial akhirnya Elgo minta nomor HPku. Tanpa pikir panjang aku kasih deh nomorku ke dia, dan akhirnya kami SMSan. Setiap malam Elgo SMS aku dia  nunjukin perhatiannya ke aku. Hampir satu bulan kami dekat akhirnya Elgo nyatain perasaannya ke aku. LANGSUNG, gila jentel banget si Elgo.
“ aku takut kalo kamu gak bisa nerima kekuranganku, aku juga gak boleh pacaran sama ayah dan ibu”. Mukaku memelas di hadapannya.
“ semua orang gak ada yang sempurna, aku benar-benar sayang sama kamu, aku akan nerima kamu apa adanya aku gak memandang kamu dari fisikmu, melainkan dari hati, aku ngrasa nyaman banget saat aku sedang bersamamu’’. Kata Elgo mencoba menenangkan aku dengan wajah yang sok bijaksana banget.
“ Tapi, ayah ibu…?”.cetusku dengan menatap wajah Elgo yang tampak bijaksana itu .
“kenapa dengan ayah dan ibu? Kita bisa backstreet atau kita bisa membicarakanya baik-baik.” Ucap Elgo yang mencoba meyakinkan aku.

Dan akhirnya kami pacaran aku sayang sekali denganya dia bisa meyakinkanku. Tak ada yang membebani fikiranku, hanya rasa senangJ. Maklum waktu itu aku lagi kasamaran. Ayah, Ibu, Rere dan Ami sudah tau hubunganku dengan Elgo. Hidupku serasa ada yang melengkapi. Tak ada kecurigaan yang terlintas di fikiranku tentangnya. Dia memanjakanku dengan membelikanku barang-barang yang aku suka. Padahal aku tak pernah sekalipun merengek meminta dibelikan barang kesukaanku kepadanya.

                                                          ***
          Kini hubunganku dengan Elgo sudah hampir 6 bulan. Aku selalu membanggakannya di hadapan teman-temanku. Aku bangga sekali dengannya. Tapi tiba-tiba Elgo jarang sekali menelfonku bahkan SMS aku, aku mencoba menghubunginya tapi dia selalu menolak telfon dariku. Akupun memutuskan hubungan kita karena sudah tak ada kepastian di antara kita. Sebenarnya aku masih sangat sayang denganya. Sampai sekarang aku tak tahu apa alasan dia  tidak menghubungiku selama satu minggu ini. Aku mencoba melupakannya dan menghindar darinya.
          Satu minggupun berlalu, waktu itu aku sedang pergi dengan kakak ku, aku melihat Elgo sedang pergi dengan sahabat SMPku dulu, mereka terlihat sangat mesra. Sontak aku kaget ! aku hanya menatap mereka dari kejauhan.
          “ mungkin memang Elgo lebih pantas dengannya.” Rintihku dalam hati,bulir air mata tak kusadari sudah menetes.
 Akupun mengajak kakak pulang. Aku mencoba menenangkan diriku sembari duduk di teras depan rumah. Aku masih tidak habis fikir ternyata sahabat yang dulu sangat dekat denganku kini ia menghianatiku L. Tapi aku gak pernah bisa benci sama Elgo, jika kau tersenyum bahagia aku juga akan selalu tersenyum, walau air mata ini membasahi pipi.

Dear : Elgo
 
Elgo, jangan salahkan aku kalau aku selalu memujamu, membanggakanmu di hadapan teman-temanku dan selalu menjadikanmu sebagai pusat kebehagiaan untukku. Karena kamu pernah menjadi orang terhebat yang pernah ada di hidupku.  Meski kau menyakitiku . terimakasih untuk semuanyaJ
   
                                     
                                        Ilma alia