Jumat, 06 Januari 2012

puisi pertama


Jeritan Anaku Derita Hidupku
Goresan Tinta : Ilma Alia Sari                            

Terdiam membisu ketika melihat sosok anak tuhan
Anak tuhan yang sangat kuat dan selalu ceria
Berlari seolah tak ada beban dalam jiwa
Canda tawa terdengar dari mulut kecilnya
         
Ketika malam semakin menjelang
Di situlah jeritan tangis mulai terdengar
          Tak mampu menahan rasa sakit yang bersarang di  tubuhnya
          Benjolan di pipi yang semakin lama semakin membesar

Hanya dalam pelukan sang ibu ia bisa tenang
Raut wajah sedih selalu tampak dari sosok wanita paru baya itu
Linangan air mata dan panjatan doa selalu terucap dalam bibir manisnya
Berharap keajaiban akan datang untuk malikat kecilnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar